GRI Yogyakarta: “Pemilihan Koordinator Baru”

Waktu : Jumat 24 April 2015 pukul 16:30-18:30

Lokasi : Milk Bar, Jogja Paradise, Jalan Magelang Km. 6, Yogyakarta

Jumat, 24 April 2015 pukul 16.30

Lapanta April 2015 Goodreads Yogya - Koordinator Baru

Kopdar Goodreads bulan April diadakan di Milk Bar. Cuaca yang muram sore itu tidak menyurutkan niat para anggota Goodreads untuk hadir. Hmm, sebenarnya saya nyaris mundur untuk hadir karena di pertengahan jalan mulai turun hujan agak deras, tapi nanggung jadi ya memakai jas hujan lalu melanjutkan perjalanan sampai ke lokasi pertemuan.

Milk Bar terletak di kawasan Jogja Paradise, Jalan Magelang Km. 6, Yogyakarta, tak jauh dari Jogja City Mall. Sampai di Milk Bar sudah hadir Mbak Dewi dan si kecil Sofi, Desi, Indri, Rienthar dan Akim. Meja bundar berwarna putih di hadapan mereka tampak sudah dipenuhi tumpukan buku, makanan dan gelas plastik minuman. Ya, saya memang terlambat setengah jam, tampaknya kali ini mereka ontime. Wahaha. Yang terakhir datang adalah Mbak Rina dan Fahmi anaknya.

Mbak Dewi membawa buku-buku untuk dibaca di tempat seperti Hanzel & Gretel (Neil Gaiman, Lorenzo Mattotti), juga buku untuk ditukar : The Hunger Games (Suzanne Collins), The Shack & Tiga Burung Kecil (Clara Ng). Selain makan, minum dan swap buku, agenda lain kopdar adalah peresmian koordinator baru Goodreads wilayah Yogyakarta, yaitu Desi Puspitasari.

Desi langsung bertanya kepada para anggota Goodreads, apa harapan mereka untuk kegiatan Goodreads selanjutnya. Rienthar mengajukan usul untuk membuat “jejak” dalam pertemuan Goodreads. Jejak ini bisa berupa laporan tentang pertemuan, resensi buku, review buku, dll. Akim mengusulkan untuk membuat website khusus GRI Jogja. Saya yang mengusulkan supaya setiap kopdar Goodreads dibuat lapanta (laporan pandangan mata) supaya ada ‘jejak’ pertemuan, malah langsung ditunjuk untuk menuliskan lapanta.

Setelah selesai mengusulkan harapan-harapan mereka kepada Desi, anggota Goodreads bermain Story Cubes. Hadiahnya sudah disediakan Mbak Dewi yaitu novel Tiga Burung Kecil (Mikha Ramadewi, Tjatursari Oetoro, Josefine Yaputri). Permainan dimulai dengan mengocok dadu lalu menumpahkannya ke meja sehingga membentuk susunan gambar-gambar, melalui gambar itu harus mengarang sebuah cerita. Yang menjadi juri adalah Dewi dan Sofi. Sofi sebagai juri ikutan bermain, ceritanya unik sekali. Selanjutnya giliran Akim, Indri, Rientahr, Renny, Desi dan Mbak Rina. Pemenangnya adalah Rienthar.

Tak terasa dua jam sudah berlalu, acaranya seru dan asik. Menjelang pukul tujuh malam, para anggota Goodreads mulai pulang di bawah guyuran hujan gerimis.

lapanta oleh Lidya Renny Chrisnawaty

Saatnya main game! Bermain imajinasi, merangkai cerita memakai gambar dari dadu yang dilempar acak.

Sofi sebagai juri dan ikut bermain untuk memberikan contoh.

cerita Sofi :

Pada suatu hari ada orang yang ingin sekali naik pesawat, tetapi di rumahnya mati lampu. Trus tiba-tiba dia melihat tanda panah. Tanda panah itu menandakan magnet yang menunjukkan pelangi. Pelangi itu dia naikkin.

Terus dia melihat kaca pembesar di tengah pelangi. Ada kata-kata ” Kamu bisa naik pelangi ini dan kau bisa mencapai apa yang kau mau”.

Pada saat itu dia melihat sebuah bunga, di dekat situ ada palang : kalau kau memetik bunga ini, bisa mencapai apa yang kau mau. Bunga dipetik jadi tongkat ajaib. Trus dia bisa naik pesawat.

cerita Indri

Pada suatu ketika ada dua orang lelaki. Mereka sedang memperebutkan seorang wanita. Kemudian kedua lelaki itu saling berantem demi wanita itu.

Kemudian wanita itu membuat satu peraturan agar mereka tidak berantem lagi : “Siapa yang paling kuat olahraganya akan dipilih”.

Salah satu laki-laki ketika berolahraga kejatuhan barbelnya, kena jempol dan kesakitan. Lalu dia keluar dan kena jebakan dari laki-laki satunya. Sampai di jalan salah satu laki-laki itu memutuskan meninggalkan wanita itu dan melihat masa depan lain yang lebih cerah.

cerita Akim

Cuaca di luar hujan dingin. Hujan deras tidak hanya guntur tapi tiba-tiba selain guntur jatuh sebuah benda. Mengenai atap dan bersuara. Ternyata benda itu telur, benturan dengan atap membikin telur retak. Telur itu bergerak, dan dari retakan keluar supit, lalu pecah, keluarlah seekor kepiting.

Kepiting itu berjalan. Ternyata kepiting itu tidak seperti kepiting pada umumnya, bentuknya sama tapi kecepatan berjalannya di atas rata-rata. Karena berjalan cepat, pada bagian kepala kepiting terdapat semacam helm. Aku hanya perhatiin kepiting, dengan kecepatan tinggi lalu keluar pagar, ia mengikuti dari pagar ia terus menjauh, dilihat pakai teropong. Hujan gak jelas, kepiting masuk gua kecil, entah cari makanan atau apa. Dari teropong masih terlihat, di dalam gua kepiting ketemu ular, ular yang sangat baik, mereka kenalan dan bersahabat.

Persahabatan mereka pemandangan indah, aku memotretnya. Gambaran kepiting ular menjadi kenangan tersendiri untuk hari ini.

cerita Rienthar

Untuk mengisi waktu luang yang sudah sangat luang, aku kepingin jalan-jalan di suatu malam untuk menikmati angin dan juga bulan yang berbentuk sabit. Aku lupa, kamarku belum dikunci, aku takut karena di dalam kamar banyak pusaka : anak panah, tombak, ada juga batu akik. Aku khawatir tapi apa boleh buat sudah jalan-jalan dan sayang balik lagi. Pindah ke taman, ada tenda, di dalam tenda ada seekor kumbang sakti. Kumbang sakti bisa melihat masa depanku. Aku agak ragu, apakah aku harus percaya perkataan kumbang sakti. Aku menimbang-nimbang apa bisa percaya dan yakin masa depanku bisa dilihat.

Kata kumbang sakti itu, di masa depan aku akan menjadi tua. Benar juga, aku mulai percaya dan menebar angan-angan di masa depan. Aku akan jadi tua, jalan dengan tongkat, dan duduk di bawah pohon. Dan STOP … aku lupa mengunci pintu, lalu aku tanya pada bunga matahari. Pusakaku tidak aman, aku harus melindungi pusaka dari orang tak bertanggung jawab.

Lalu aku mengikuti kata seorang gadis cilik, berjalan di atas pelangi.

Gadis itu ternyata adalah anak penggembala kambing. Dia pernah berkata bahwa : Biarkanlah hidupmu berjalan seperti sungai, jika lewat jembatan lewatilah. TIba-tiba aku sudah sampai di rumah kembali.
Ketika sampai di rumah, lewatlah pesawat : Oooo rumahku dekat Adi Sucipto

cerita Reren

Hari itu cuaca cerah. Aku sedang berlari di taman menangkap kupu. Setelah itu aku sampai di rumah eh pintunya kekunci, gagang pintunya rusak. Terus aku mencet bel. Kring Ting Tong !

gak ada yang bukain. Aku teriak panggil kakak, ternyata dia ada di rumah. Sebelumnya ada kado buatku tapi diumpetin kakakku.

Tiba-tiba aku melihat dari lubang pintu, kakakku kualat karena menyembunyikan kado, ia kepeleset. Ternyata kado dari pacarku. Karena kakakku ngumpetin, aku telepon pacarku, lalu dibeliin kado yang baru

Cerita Desi

Pada suatu hari minggu, aku dan temenku janjian akan jalan. Sebelumnya sudah janji akan ketemu jam 9. Tapi sampai jam 10 belum datang. Aku ke rumahnya tapi masih tutupan. Aku teriak : HOOOIIIII BANGUN! Ternyata dia tidur kemalaman. Sudah di-alarm tapi gak denger. Diliatin tetangga karena teriak-teriak, aku lalu pencet bel dan dia bangun.

“Jadi jalan?”

“Iya, tapi mukamu masih jelek. Sini kubersihkan dulu.”

Sambil aku tutup mata karena mukamu jelek.

“pake dandan gak?”

“loh? cowok kok pakai dandan?”

Ini sudah siang dan laper, sudah mau pergi. Pas mo naik kendaraan, kendaraan mogok. Aku dorong dan dia di dalam. Pas mobil udah jalan, malah digas, aku jatuh. Aku mutung.

“Aku pulang aja!”

“Lho kok gitu?” kata cowokku. “Ya sudah aku cari cewek lain aja”, kata dia.

cerita mbak Rina

Hari ini aku akan pergi ke kebun binatang melihat atraksi gajah. Dapat welcome drink jus jambu. Ternyata kebun binatang gak ada atapnya dan hujan. Kita lari-lari dan berteduh di sebuah gedung tua.
Ketemu peta, petanya menunjukkan sebuah titik. DI bawah titik ada kotak, kotaknya dibuka ada hammer, kapak. Kami berjalan lagi, penasaran masuk lebih dalam ke gedung. Di sebuah ruangan tampak sesuatu yang berkilau. Sebuah peti dibuka pakai kapak. Peti dilindungi sebuah perisai, ternyata isinya tulang dinosaurus.

lapanta games oleh Dewi Nugraheni

Leave a Reply