GRI Yogyakarta: “Buku Pertama yang Dibaca dan Berkesan”

Diskusi 3 Kopdar Mei 2015 Goodreads Yogyakarta

Acara seharusnya mulai dari pukul 15.00, tapi karena macet dan baru ada beberapa teman yang datang, aku memutuskan memundurkan jam ketemuan menjadi 15.45. Sebelumnya, aku telah membikin janji dengan Indri dan Teguh Affandi untuk ketemuan pada pukul 14.30, tapinya aku terlambat datang sekitar 10 atau 15 menit karena ya itu tadi… jalanan macet. Kami membicarakan tentang sedikit teknis games sembari menunggu teman-teman yang lain datang.

Tepat pukul 15.45 aku membuka acara. Waktu itu telah datang aku, Teguh Afandi, Indri Azari (admin akun twitter @GoodReadsJogja), Risda, Mbak Kurnia, Lidya Renny Chrisnawati, dan kemudian satu persatu menyusul datang Putra, Akim, Ryan, Nuris, Mbak Ken Terate, dan Dandun.

Agenda pertama adalah perkenalan. Sebagai koordinator, aku memanfatkan privilage atau hak istimewa untuk memperkenalkan diri terlebih dulu. 😛

Aku, Desi Puspitasari, koordinator Goodreads wilyaha Yogyakarta yang baru. Ini kopdar ketiga pada tahun 2015 dan juga kopdar perdana aku selaku koordinator. Profesi utama penulis, profesi sampingan: selebritis. Hahaha. :p Telah menulis beberapa novel, karya terakhir The Stawberry Surprise yang difilm layar lebarkan dan kemarin baru saja masuk nominasi Film Terfavorit di Indonesian Movie Award 2015.

Dan gara-gara memperkenalkan diri sebagai selebritis ini, di tengah-tengah aku bicara, punggungku dilempar (sebenarnya sih kejatuhan) buah keras dari arah pohon. Indri, Risda, dan Teguh langsung mengikih-ngikih dan bilang karena aku congkak dan sombong jadinya penunggu pohon marah dan membandem punggungku.

Selanjutnya, aku meminta seluruh teman-teman bediri, mencopot salah satu alas kaki, dikumpulkan di tengah. Selanjutnya, ambil salah satu alas kaki yang bukan punya sendiri. Tugas berikutnya adalah kenalan dengan si pemilik sepatu atau sandal yang diambil. Yang perlu ditanyakan; nama, domisili, dan buku apa yang baru saja atau sedang dibaca sekarang.

Ada banyak dan aku nggak hapal. Hehe. Setelah perkenalan, kami mulai mendiskusikan mengenai tema kopdar bulan ini: Buku Pertama yang Dibaca dan Berkesan.

Ryan buku pertama yang dibaca dan terkesan adalah buku-buku Dan Brown dengan tema sejarah yang kontroversial namun hebatnya masih menarik saat dibaca. Meski setelah mengikuti seluruh serial Dan Brown, ia merasakan jemu karena telah mengetahui pola berceritanya.

Teguh Afandi membaca buku pertama adalah buku Kumpulan Cerpen Kompas “Pistol Perdamaian”. Ada dua atau tiga cerpen yang menarik dari buku ini, salah satunya milik Jujur Prananto. Salah satu ciri khas cerpen-cerpen Kompas sebelum tahun 2000 adalah gaya berceritanya yang biasa non eksperimental, tidak seperti kecenderungan cerpen-cerpen sekarang.

Mbak Kurnia membaca diktat penelitian. Eh, bukan. Tapi novel karya Pramoedya. Sama seperti Risda yang menurutnya juga novel-novel Pramoedya sangat menarik untuk dibaca. Sementara Renny buku yang berkesan adalah buku-buku Paulo Choelho.

Berikutnya adalag games yang dipandu Indri dan Teguh. Masing-masing kami dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok banyak-banyakan mengumpulkan nilai dengan bermain tebak gambar. Anggota kelompok bergantian maju, mengambil judul buku yang telah disiapkan di dalam plastik, lalu menggambar judul tersebut dalam gambar. Tidak boleh membubuhkan angka dan tidak boleh bersuara.

Hasilnya, kelompok Risda, Ken Terate, Putra, Dandun, Ryan, dan Nuris yang menang. Mereka mendapatkan pembatas buku sebagai hadiah.

Pertemuan diakhiri sekitar pukul 17.45. Pertemuan berikutnya ada rikues buka puasa bareng saja. Nah, masalahnya di mana dan kapan? Kita lihat saja nanti. Yuk, ikutan rembukan di grup Goodreads Yogyakarta. 🙂

Oleh: Desi Puspitasari

Lapanta Kopdar Goodreads Bulan Mei 2015

Buku pertama yang dibaca dan berkesan

Waktu : Sabtu, 23 Mei 2015 pukul 15.00-17.00

Tempat : Amphi Theater, Taman Budaya Yogyakarta, Jalan Sriwedani No.1

Taman Budaya Yogyakarta sore itu tampak ramai saat saya sampai disana. Beberapa orang sibuk latihan nge-dance, juga ada pemotretan model. Di Amphi Theater saya menemukan empat orang anggota Goodreads sudah hadir. Desi Puspitasari (koordinator Goodreads Jogja), Indri Azhari (admin akun twitter @GoodReadsJogja), Teguh Affandi (penulis) dan Mbak Kurnia.

Sambil menunggu anggota lain datang, kami berbincang dan berfoto. Pukul 15.45 Desi membuka acara, dimulai dengan perkenalan, dia memperkenalkan diri sebagai seorang penulis, karyanya sudah banyak diterbitkan, salah satunya Strawberry Surprise yang sudah difilmkan dan masuk nominasi Film Terfavorit di Indonesian Movie Award 2015. Selanjutnya anggota lainnya mulai datang, ada Putra, Akim , Ryan, Nuris, Mbak Ken Terate dan Dandun.

Setelah Desi memperkenalkan diri, semua anggota diminta berdiri dan melepas salah satu sandal/sepatu dan dikumpulkan di tengah, lalu mengambil salah satu sandal/sepatu milik anggota lain. Saya memilih sandalnya Indri karena menarik dan lucu wahaha. Ternyata diminta kenalan dengan si pemilik sandal/sepatu itu. Hal yang ditanyakan : nama, asal, tempat tinggal dan buku pertama yang dibaca dan berkesan.

Saya pun berkenalan dengan Indri (padahal sudah kenal sejak tahun 2010, awal Goodreads Jogja) Hihihi. Saat saya tanya buku apa yang sedang dibaca, Indri menjawab membaca novel Ika Natasha. Saya juga ditanya oleh Nuris, anggota baru Goodreads dan saya menjawab baru saja membaca komik Senyum, tentang remaja yang giginya patah. Buku berkesan Ryan adalah novel

Dan Brown, Teguh menjawab kumcer Kompas, Mbak Kurnia memilih novel Pramoedya.

Perkenalan selesai! Games dimulai! Indri dan Teguh sudah mempersiapkan kertas-kertas kecil bertuliskan judul buku dan penulisnya. Anggota bergantian maju untuk menggambar di kertas sebagai petunjuk apa judul buku tersebut, tidak boleh menuliskan angka atau berbicara. Hanya boleh menggambarkan petunjuk atau memperagakannya. Nah saya menggambarkan rumah lalu dengan jari memperagakan orang sedang berjalan tapi belum bisa ditebak, lalu saya peragakan gambar tangan terkepal seperti gambar di cover buku tapi tetap belum bisa tertebak judulnya jadi saya mundur dan anggota lain gantian maju. Wahaha.

Saat diperagakan orang lagi tidur dan semua bergantian menebak, ada petunjuk sang penulis pernah berkunjung ke Kopdar Goodreads maka saya menebak judulnya “Selimut Debu” dan ternyata benar! Setelah berkali-kali kelompok lain salah menebak, akhirnya kelompok dua yaitu saya, Mbak Niken, Putra, Dandun, Ryan, dan Nuris yang menang. Masing-masing anggota mendapatkan hadiah pembatas buku yang keren.

Mbak Ken Terate, penulis teenlit Gramedia baru saja mengeluarkan novel terbarunya berjudul “Minoel”, dia bercerita sekaligus promo. Novel Minoel bercerita tentang kekerasan dalam berpacaran.

Kopdar diakhiri pukul enam sore. Nah asik kan Kopdar Goodreads bulan Mei ini! Semua anggota Goodreads berbagi cerita tentang buku! Tentu saja sambil minum dan makan snack bersama-sama. Seru kan? Mari join Kopdar Goodreads selanjutnya bulan Juni ini! Bakal ada acara buka puasa bersama loh! Buku dan makanan, dijamin asik, kenyang dan seru!

Oleh: Lidya Renny Chrisnawaty

Leave a Reply